fenomena alam
Minggu, 08 April 2012
Sabtu, 17 Maret 2012
9 fenomena alam ditahun 2012
Jakarta
Menyambut tahun 2012, ada baiknya masyarakat mewaspadai
sejumlah fenomena alam yang kemungkinan terjadi. Sedikitnya ada 9
kejadian alam yang perlu diperhatikan dan disiapkan proses mitigasinya
secara benar.
Berikut 9 fenomena alam tersebut seperti yang disampaikan oleh staf khusus presiden bidang bantuan sosial dan bencana alam, Andi Arief, dalam rilis kepada detikcom, Sabtu (31/12/2011):
1. Ancaman dari Gempa-Tsunami Mentawai (Siberut) 8,9 SR yang dapat mengancam satu juta lebih penduduk di Padang, Pariaman, Painan dan wilayah lain di Sumatera Barat serta Bengkulu, khususnya di sepanjang pesisir barat. Catatan pengukuran jaringan CGPS SuGAr LIPI menunjukan keadaan lewat jatuh tempo pengulangan gempa besar 8.7 SR tahun 1833.
2. Potensi Gempa di Selat Sunda - Selatan Jawa Barat, serta gempa di sesar Cimandiri, sesar Lembang Jawa Barat, Bali, potensi ancaman gempa di jalur patahan aktif besar seperti di Patahan Palukoro-Matano di Sulawesi, Patahan Sorong dan Tarerua-Aiduna di Irian, dan banyak lagi sistem patahan besar di darat dan juga wilayah lautan khusunya di Indonesia Timur yang belum banyak diteliti dan dikenal orang.
3. Setelah gempa Aceh 2004 dan Gempa Sendai, Jepang 2011, kita dihadapkan pada gunung-gunung api yang terus menerus menggeliat. Setelah letusan besar Merapi 2010, sekarang dihadapkan dengan letusan khususnya Gunung Gamalama dan aktivitas Krakatau serta 23 gunung lain yang berstatus Waspada dan Siaga.
4. Bahaya sekunder gunung api terutama di Sekitar aliran sungai pasca letusan Merapi 2010. Potensi banjir longsoran material erupsi Merapi 120 juta m3
5. Potensi Gempa dari patahan besar Sumatra yang sudah cukup banyak diteliti serta gunung api lain pun ada yang bisa menjadi kejutan bencana karena pengetahuan dan database kegempaan gunung api kita masih minim. Untuk Patahan Sumatra segmen yang sudah lama bertapa termasuk: di wilayah Aceh, Toba, Pasaman, Bukit Tinggi ke Utara, Dempo, dan Teluk Semangko serta Selat Sunda.
6. Bencana lumpur Porong Sidoarjo yang masih belum selesai, dan belum adanya kepastian penghitungan volume sumber lumpur yang masih terus keluar dari dalam bumi. Proses subsidensi (penurunan tanah) dan fenomena ikutannya berupa keluarnya gas hidrokarbon dari dalam bumi lewat rekahan-rekahan, deteriorasi kualitas lingkungan-air tanah, udara dan rambatan kerusakan dinamis pada infrastruktur di sekitar daerah semburan (di luar tanggul) masih terus terjadi.
7. Ancaman banjir di mana-mana, khususnya Kota-kota besar seperti Jakarta dengan intensitas sama seperti yang terjadi tahun 2002 dan 2007 dan Semarang. Untuk di daerah-daerah, terutama di lereng-lereng bukit juga sering disertai dengan bencana longsor atau banjir bandang.
8. Iklim yang sepertinya menjadi kian tidak menentu dan ekstrim yang juga bisa menyebabkan bencana, termasuk ancaman berbagai wabah penyakit. Disamping adanya ancaman terhadap sistem ketahanan pangan dan energi.
9. Meningkatnya frekuensi kejadian topan-badai di laut, gelombang tinggi serta munculnya fenomena angin ribut beliung akibat depresi lokal.
Berikut 9 fenomena alam tersebut seperti yang disampaikan oleh staf khusus presiden bidang bantuan sosial dan bencana alam, Andi Arief, dalam rilis kepada detikcom, Sabtu (31/12/2011):
1. Ancaman dari Gempa-Tsunami Mentawai (Siberut) 8,9 SR yang dapat mengancam satu juta lebih penduduk di Padang, Pariaman, Painan dan wilayah lain di Sumatera Barat serta Bengkulu, khususnya di sepanjang pesisir barat. Catatan pengukuran jaringan CGPS SuGAr LIPI menunjukan keadaan lewat jatuh tempo pengulangan gempa besar 8.7 SR tahun 1833.
2. Potensi Gempa di Selat Sunda - Selatan Jawa Barat, serta gempa di sesar Cimandiri, sesar Lembang Jawa Barat, Bali, potensi ancaman gempa di jalur patahan aktif besar seperti di Patahan Palukoro-Matano di Sulawesi, Patahan Sorong dan Tarerua-Aiduna di Irian, dan banyak lagi sistem patahan besar di darat dan juga wilayah lautan khusunya di Indonesia Timur yang belum banyak diteliti dan dikenal orang.
3. Setelah gempa Aceh 2004 dan Gempa Sendai, Jepang 2011, kita dihadapkan pada gunung-gunung api yang terus menerus menggeliat. Setelah letusan besar Merapi 2010, sekarang dihadapkan dengan letusan khususnya Gunung Gamalama dan aktivitas Krakatau serta 23 gunung lain yang berstatus Waspada dan Siaga.
4. Bahaya sekunder gunung api terutama di Sekitar aliran sungai pasca letusan Merapi 2010. Potensi banjir longsoran material erupsi Merapi 120 juta m3
5. Potensi Gempa dari patahan besar Sumatra yang sudah cukup banyak diteliti serta gunung api lain pun ada yang bisa menjadi kejutan bencana karena pengetahuan dan database kegempaan gunung api kita masih minim. Untuk Patahan Sumatra segmen yang sudah lama bertapa termasuk: di wilayah Aceh, Toba, Pasaman, Bukit Tinggi ke Utara, Dempo, dan Teluk Semangko serta Selat Sunda.
6. Bencana lumpur Porong Sidoarjo yang masih belum selesai, dan belum adanya kepastian penghitungan volume sumber lumpur yang masih terus keluar dari dalam bumi. Proses subsidensi (penurunan tanah) dan fenomena ikutannya berupa keluarnya gas hidrokarbon dari dalam bumi lewat rekahan-rekahan, deteriorasi kualitas lingkungan-air tanah, udara dan rambatan kerusakan dinamis pada infrastruktur di sekitar daerah semburan (di luar tanggul) masih terus terjadi.
7. Ancaman banjir di mana-mana, khususnya Kota-kota besar seperti Jakarta dengan intensitas sama seperti yang terjadi tahun 2002 dan 2007 dan Semarang. Untuk di daerah-daerah, terutama di lereng-lereng bukit juga sering disertai dengan bencana longsor atau banjir bandang.
8. Iklim yang sepertinya menjadi kian tidak menentu dan ekstrim yang juga bisa menyebabkan bencana, termasuk ancaman berbagai wabah penyakit. Disamping adanya ancaman terhadap sistem ketahanan pangan dan energi.
9. Meningkatnya frekuensi kejadian topan-badai di laut, gelombang tinggi serta munculnya fenomena angin ribut beliung akibat depresi lokal.
detiknews
Mitos tentang petir
1. Petir Hanya Menyambar Saat Hujan
Petir dapat menyambar sebelum, pada saat, atau setelah hujan. Bahkan, petir kerap muncul di langit biru pada cuaca cerah.
2. Petir Tidak Pernah Menyambar Tempat yang Sama Dua Kali
Petir sering menyambar tempat yang sama berulang-ulang, terutama tempat
tinggi dan berujung lancip, seperti beberapa gedung pencakar langit.
3. Ban Karet Melindungi Anda
Mobil adalah salah satu tempat yang aman pada saat terjadi petir
menyambar. Namun, itu bukan karena ban mobil. Bodi berbahan metal di
luar mobil menghantar aliran listrik di luar mobil. Untuk berjaga-jaga,
selalu pastikan jendela mobil tertutup rapat.
4. Berdiri di Bawah Pohon
Berada di bawah pohon pada saat hujan
lebat disertai petir tidaklah terlalu aman. Seseorang berpotensi
terkena sengatan petir secara langsung atau terluka oleh listrik yang
mengalir di tanah.
5. Tidak Apa-apa Menyelesaikan Pertandingan Saat Hujan Lebat
Mengingat terdapat sejumlah kasus serangan petir, manajemen beberapa
klub olah raga dunia kini mempunyai kebijakan baru. Pertandingan akan
dihentikan sementara pada saat hujan deras demi keselamatan.
6. Telungkup di Tanah
Jika petir mengalir di permukaan tanah, menelungkupkan badan tidak
selamanya menyelamatkan Anda. Tindakan seperti itu sudah tidak berlaku
karena memberikan anggapan yang salah terhadap konsep keselamatan.
Berdasarkan pendapat sejumlah ahli, tidak ada tempat yang aman di
daerah terbuka saat petir menyambar.
7. Orang Yang Tersambar Petir Berbahaya Untuk Disentuh
Korban sambaran petir harus cepat mendapat pengobatan, seperti bantuan
pernafasan (CPR). Badan manusia tidak menyimpan listrik dari luar,
sehingga sangat aman untuk disentuh.
8. Aksesoris Berbahan Metal Mengundang Petir
Jangan bersusah payah melepas aksesoris metal Anda pada saat petir
menyambar, sebab sejumlah benda tersebut tidak mengundang petir. Yang
harus diperhatikan adalah tidak membawa payung karena itu membuat Anda
lebih tinggi.
9. Saya Aman Berada Dalam Rumah
Ya, rumah atau bangunan lain adalah tempat teraman pada saat petir
menyambar. Kendati begitu, pada saat berada di dalam, jauhi kabel
telepon, perabot elektronik, dan alat-alat yang mengandung listrik
lain. Jauhi pula air dan pipa-pipa. Dan yang terakhir, jangan berada
dekat jendela hanya karena ingin melihat visual petir yang mengagumkan.
10.Disambar Petir Belum Tentu Mati
Jika anda di sambar petir belum tentu anda meninggal atau mati. Ada
beberapa kasus tersambar petir yang tidak menyebabkan manusia yang
tersambar meninggal, malahan tidak terjadi lecet atau patah serta
kerusakan saraf yang berarti. Silahkan dicoba jika penasaran.
Langganan:
Postingan (Atom)

